Oleh: qutilang | September 20, 2014

Oleh-oleh Dari Hutan

Cuti Juni 2014 ini terasa seperti cuti 20 tahun yang lalu dimana kami masih pengantin baru, karena saya pergi berdua saja dengan suami. Yang membedakan kalau dulu kami belum mempunyai anak sekarang kami cuti untuk menjenguk anak di pertantauan. Dulu kami merantau sekarang anakpun merantau menuntut ilmu. Dua  hari sebelum cuti saya dihubungi Budhe, saudara saya yang ketemu  sewaktu beliau masih juga merantau dan sekarang sudah pensiun untuk membawakan getah rotan yang akan digunakan sebagai obat. Kemudian saya bilang suami dan sore hari nya kami ke hutan yang kebetulan di depan rumah sudah hutan. Di sini petualangan pertama kami mulai. Sewaktu ke pasar kami pelan-pelan bawa mobil dan memperhatikan kiri- kanan jalan untuk mencari pohon rotan. Tidaklah sulit untuk menemukannya dan kami menandainya nanti didaerah itu akan kami masuki. Dengan semangat 45 kami siapkan diri pakai sepatu supaya tidak digigit semut hutan yang sakit sekali kalau menggigit, memakai topi dan membawa bekal minum. Suami membawa parang dan gunting taman saya. Namun rupanya kami belum beruntung, baru mau mendaki bukit hujan turun, dan akhirnya kami kembali kerumah sambil muter-muter lagi mencari pohon rotan siapa tahu ada yang dipingbir jalan dan mudah menjangkaunya. Karena hujan juga belum reda kami akhirnya pulang ke rumah. Suami melanjutkan proyeknya ngoprek, dan saya packing2 baju. Kira-kira jam 3 hujan dan reda kami kembali ke hutan langsung menuju sasaran. Setelah berhasil naik dan masuk hutan kami menemukan pohon rotan itu. Karena kami belum pernah menyadap getah rotan, dengan pengetahuan sedikit suami memotong pohon itu menjadi dua. Di sini semangat kami pudar karena tidak ada setetespun getah yang menetes dari pohnnon itu. Mission imposile. Kemudian kami mencari pohon rotan lain yang masih muda, dan beruntunglah kami  kebetulan ada didekat poholn tgadi kurang lebih 1,5 meter jaraknya, setelah sedikit dikupas batangnya kami berharap ada tetesan getah yang mengalir, tapi ternyata tidak ada juga. Benar2 putus asalah kami. Namun begitu kami pasang juga botol pada pohon yang telah kami potong tadi. Satu di bawah dan satu diatas, kemudian kami lapisi plastik pada mulut botolnya dan diikat dengan karet, supaya air hujan tidak masuk. Setelah itu kami pulang, dengan semangat yang sudah hilang. Sesampai dirumah saya langsung telpon Budhe kalo telah melakukan mission, tapi sepertinya gagal. juga Tanya bagaimana cara menyadapnya, siapa tahu budhe pernah membaca dibuku atau pernah tahu.  Saya juga tawarkan jika getah itu tidak ada budhe mau dibawakan apanya pohon. Batang, dahan atau daun, maksud saya siapa tahu bisa diblender atau direbus, yang penting bisa jadi obat. Budhe pun tidak tahu bagaimana cara menyadap rotan dan bilang terserah mau dibawakan apanya. Ok lah kalau begitu, yang penting saya tidak dengan tangan kosong pulang setidaknya ada bagian dari pohon rotan yang saya bawa.

Hari rabunya sekitar jam 4 sore kami naik ke hutan lagi untuk mengambil pohon rotan supanya bisa kami packing dengan baik, kali ini selain memakai kostum hutan suami juga memakai kaos tangan supaya tidak tertusuk duri pohon rotan. Setelah berhasil mendaki sedikit bukit dan masuk ke daerah pohon rotan , kami mendapatkan surprise, botol yang kami pasang dipohon rotan bagian atas terisi air berwarna kekuning2ngan kira-kira 200 cc. Sungguh hal yang tidak kami duga sama sekali. Kemudian suami menengok botol pada batang bagian bawah, ternyata juga terisi air tapi warnanya putih, Kira –kira 150 cc. Terimakasih Tuhan, akhirnya kami bisa membawa oleh-oleh dari hutan, getah rotan untuk Budhe.

Oleh: qutilang | Juni 2, 2014

Rumah Lama

Tak terasa hampir 4 tahun ini rumah gak pernah diurus, cukup lama terbengkelai. Mulai berbenah lagi ah, bersih-bersih, merapikan, dan mengisi dengan pernak-perniknya. 

Oleh: qutilang | Agustus 24, 2010

Kastengel

Kue ini termasuk kue favorit keluargaq, terutama si sulung, rasanya pas banget di lidahnya. Biasanya putih telurnya aq gunakan untuk membuat Kuker  Coka  yang resepnya telah aq posting juga. Temen-temen silahkan nyoba.

Bahan :

  • 350 gr mentega
  • 600 gr tepung terigu
  • 4 kuning telur
  • 200 gr keju diparut
  • 1/2 sdt garam
  • 1 butir telur untuk mengoles.

Cara membuat:

  1. Metega dan garam dikocok sampai lembut, masukkan kuning telur kocok sampai rata.
  2. Masukan keju (sisakan sedikit untuk hiasan) lalu tepung, aduk rata.
  3. Tipiskan adonan kurang lebih 1cm, cetak sesuai selera.
  4. Tata pada loyang yang telah di olesi mentega.
  5. Olesi dengan kocokan telur, taburi keju parut, atau hiasi dengan potongan keju sesuai selera.
  6. Panggang sampai matang
Oleh: qutilang | Agustus 6, 2010

luka

biarkan luka itu mengering

dan perlahan-lahan sembuh

walau dalam waktu yang tak sebentar

jangan sampai terkoyak lagi

cukup perih  merasakannya

cukup letih menjalaninya

biarkan luka itu sembuh

walau tak akan semulus

atau secantik dulu

bekas luka akan tetap ada

menjadi salah satu ukiran

yang akan melengkapi indahnya kehidupan

Oleh: qutilang | Mei 27, 2010

Ngeblog lagi

Setelah hampir 1 tahun absen, sekarang aq mau ngeblog lagi.

Oleh: qutilang | Juni 26, 2009

Hari Tutup Tahun Pelajaran

Tuhan,

Hari ini adalah hari terakhir tahun pelajaran 2008 /2009

Terimakasih atas jalan panjang yang telah kami lalui

Terimakasih atas setiap pengalaman yang  boleh kami peroleh

Untuk setiap suka maupun duka

Untuk segala untung dan malang

Untuk segala keberhasilan dan kegagalan

 

Terimakasih  dan syukur kepadaMu

Untuk semua atasan – atasan kami

Terimakasih  dan syukur kepadaMu

Untuk semua teman – teman kami

Terimakasih  dan syukur kepadaMu

Untuk semua anak-anak didik kami

 

Terimakasih dan syukur kepadaMu

Karena penyertaanMu dalam melaksanakan pekerjaan kami

 

Ampunilah kami

Setiap kami memboroskan waktu dengan percuma

Ampunilah kami

Setiap kami membuang tenaga kami dengan percuma

Ampunilah kami

Atas segala kesalahan dan kelalaian yang kami buat

 

Sertailah kami dalam tahun pelajaran 2009 /2010 ini

Bantulah kami menghadapi tahun ini dengan penuh harapan

Terutama bantulah kami supaya kami semakin dekat dengan Engkau.

Oleh: qutilang | Mei 14, 2009

Biarkan Hati Berbisik.

Kemarin dapat undangan sembayangan di rumah tetangga satu kompleks. Walau tidak terlalu dekat kami merencanakan untuk jalan kaki saja,  apalagi si sulungq mau ikut karena di rumah temannya. Pukul 6 sore aq minta tolong ka2ng untuk ngantar aq beli air gallon di toko langganan, sayangnya di sana stock gallon habis, terpaksa kami keliling dulu mencari di pasar, padahal sembayangan dimulai pukul 7 malam. Untungnya dapat air dan kami segera pulang. Sewaktu di jalan aq sempat bilang sama ka2ngq “nanti bawa payung tidak ya siapa tahu hujan”  ka2ngpun menjawab “dengarkan suara hati”, tapi karena sambil naik motor dan berhelm jawaban itu tak jelas kudengar. Karena dilangit  tampak bintang-bintang dan juga bulan sehingga muncul pikiranq hujan tidak akan turun seperti beberapa hari terakhir ini. Baca Lanjutannya…

Oleh: qutilang | April 6, 2009

5,5

Ngeri

Mengerikan

Serem

Biasa-biasa saja

Tinggi

Tinggi sekali

Merinding

Stress

Takut

Deg-degan

Ini adalah perasaan beberapa siswa kelas 3 smp yang akan menempuh UN 2009 beberapa hari lagi.

Teruslah berjuang anakq, jangan takut dan ragu, kalian punya potensi diri yang sangat melimpah, jangan buang percuma waktu yang masih ada, gunakan sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri. Jangan lupa  memohon kepada-Nya. Yakinlah kalian pasti bisa.

Oleh: qutilang | Februari 9, 2009

Hp & Sms

Hp & sms

Hand phone sudah merupakan barang yang hampir setiap orang miliki. Benda ini banyak memberikan manfaat positif bagi yang menggunakan tapi juga ada negatifnya. Begitu cepatnya informasi yang diterima lewat sms terkadang membuat kita ingin secepat itu menjawabnya atau menginformasikan ke yang lain lagi tanpa melihat sikon.

Beberapa hari lalu sewaktu aq pulang dari kerja aq melihat dan juga berpapasan dengan orang yang menurut aq enggak srek cara melakukan sms. Yang pertama ketemu seorang cewek (ibu) yang sedang mengendarai motor sambil melakukan sms, satu tangan pegang stang motor dan satunya lagi beraksi dengan hpnya. Yang kedua seorang bapak mengendarai mobil yang bagus dan melakukan hal yang sama, sms sambil stir mobil! Apakah mereka tidak bisa menunda sms itu setelah sampai tujuan, atau berhenti dulu minggir dan melakukan sms?!

Ada beberapa hal yang terlintas di pikiranqu tentang itu orang :

  1. pamer Hp.
  2. menunjukkan kebolehannya stir sambil sms.
  3. dapat sim sanpa jalur resmi.
  4. harus memberikan informasi yang sangat-sangat penting.
  5. tidak bisa memikirkan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain.
  6. buat sms rahasia.
  7. orang yang tidak sabaran
  8. sangat menghargai waktu
  9. …..

Ayo siapa yang mau nambahi silahkan.

Oleh: qutilang | Februari 6, 2009

Pertama dan Terakhir

Masih terasa bahagianya Natal kemarin, gimana kami sekeluarga besar bisa berkumpul semua di rumah kakung (sebutan kesayangan untuk eyang / simbah / kakek, untuk ayahku) di kampung. Semua anak, menantu dan cucu bisa bertemu di suasana Natal. Ini yang pertama kali kami bisa berkumpul lengkap setelah tahun 2002, tapi kali ini istimewa banget karena kami 7 bersaudara telah menikah. Biasanya ada 1 atau 2 orang yang gak bisa hadir terutama aq yang paling jauh jika ada acara keluarga jarang bisa datang. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori