Oleh: qutilang | Maret 12, 2008

Makan Gratis

Seperti biasa setiap pulang dari tempat kerja kami selalu mampir ke pasar untuk beli keperluan sehari-hari. Kebetulan ditempatku sekarang lagi musin rambutan dan durian, aq berniat membeli rambutan. Biasanya penjual rambutan selalu menawarkan rambutannya dengan menyuruh pembeli mencoba dulu (mencicipi), kalau cocok baru membeli, tapi kalau tidak cocok boleh lari, istilahnya “coba lari”.
Waktu aq mau beli rambutan pada seorang pedagang, ada seorang ibu dan anak laki-lakinya (kira-kira umur 5 tahunan) yang sepertinya juga akan membeli rambutan. Hal yang membuaqku geli sekaligus heran, sewaktu ibu itu mencicipi rambutan anaknya juga ikutan mengambil rambutan, tetapi rambutan itu tidak dimakan melainkan dimasukkan ke dalam kantong celana, dan ngambilnya beberapa biji. Anehnya si Ibu membiarkan saja anaknya berbuat begitu, padahal ibu itu tahu persis perbuatan anaknya karena si anak sempat menunjukkan kantong celana yang penuh rambutan ke ibu, dan yang lebih aneh lagi si ibu itu tidak jadi beli rambutan, dengan alasan kurang manis. Waktu aq lihat ekpresi penjual, dia hanya senyum-senyum saja.
Akhirnya aq beli 2 kg rambutan terus pulang.


Responses

  1. hihihi cara belanja yang cerdas tuh..

  2. jadi speechless…
    bukannya mau sok baik ya😀 tapi sayang sekali ibu itu tidak memberikan contoh yang baik untuk anaknya😀

  3. >> kabarihari
    hehe
    >> itik kecil
    itulah yang aneh

  4. Ibu tadi lupa, bahwa penjual juga membutuhkan keuntungan untuk hidup keluarganya…dan bahwa perbuatan dia tak baik, serta akan mempersulit rezekinya.

    Jadi ingat ibu alm, dalam pesannya selalu bilang…”Jangan pernah mendapatkan barang tak halal, karena akan mengotori rejeki yang akan dibukakan Allah swt.”

  5. >> edratna
    iya Bu, orang tua saya juga selalu berpesan seperti alm ibunya ibu.

  6. wah2 bahaya nih kalo bner2 terjadi.ck ck ck.

  7. lam kenal qutilang,..
    kasihan yaa anak itu, tidak dapat pendidikan yang baik seperti apa yang pernah ibu-ibu kita ajarkan dulu waktu kita kecil,..
    smoga kita masih sempat mengajarkan dan mencontohkan tuk anak2 kita, hal yang baik..
    yaah,.. bekal di akherat.

  8. Achhhh…. rambutan… aku suka…
    Udah lama aku ga pernah makan buah yg satu ini, soale disini ga ada.
    Hmmmmm…. nyam nyam nyam
    *ngebayangin*🙄

    Sayang banget ya, perbuatan gitu koq di biarin aja ma Ibu nya. Ato memang Ibunya yg ngajarin gitu yach😕
    *Halah… koq jadi berprasangka*

  9. dwi yanto, saudaraan yaa sama dwihandyn..?
    (yang pasti ke-2 nya bersaudara hamba Allah ya,?) salam kenal bwat berdua,..

    (Qutilang numpang nulis nih..hehe)

  10. halo mbak pa kabar, makasih selalu sempatkan waktu mampir ke blog saya, salam dari qila.
    satu pelajaran sederhana namun sangat berharga tulisan di atas, memang mbak hal-hal kecil namun salah seperti cerita mbak mesti kita antisipasi sejak dini, kalo dibiarkan berakibat fatal kelak dan kasihan anaknya. Satu contoh lagi sering saya lihat anak-anak juga dibiarkan makan makanan yg belum dibayar di swalayan karena anaknya menangis minta dimakan saat itu juga, sebenarnya anak-anak gimana kita ortunya aja ya, kalo diberi pengertian mereka ngerti koq. salam

  11. >>dwi Yanto
    hal kecil tapi bener2 terjadi.
    >>emma
    salam kenal kembali. Silahkan lo mbak nulis disini.
    >>dwihandyn
    aq wakili makan rambutannya ya… hehe
    >>defidi
    bener mbak, anak-anak ngerti kok kalo diberi pengertian. salam kembali untuk qila


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: