Oleh: qutilang | Agustus 12, 2008

Tali Kasih

Tali kasih bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dimana saja  dan juga dengan cara apa saja. Bisa terjadi antara pada siapa saja, bisa dengan keluarga, teman, tetangga, ataupun orang lain yang semula tidak ada hubungan apapun dengan kita, bisa antara yang tua dan muda atau yang tua dengan tua, atau muda dengan muda. Kapan saja, sewaktu-waktu bisa saja tiba-tiba terjalin tali kasih. Di mana saja, bisa di tempat kerja, di jalan, di pasar, di dunia nyata atau di dunia maya.

Hewanpun punya tali kasih. Sewaktu anak kucingku jatuh dari plafon (kebetulan pinggir plafon ada celah dengan dinding ) dia terperangkap di antara jendela nako dan rak buku yang cukup tinggi, sehingga si kucing manis tidak bisa keluar dari tempatnya. Si emakxpun rupanya sudah kebingungan, bagaimana cara menolong buah hatinya, sepertinya semalam meraung-raung menangisi anaknya,  mungkin juga, sedih, marah & jengkel karena tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa hanya menghamburkan kertas yang ada di rak hingga berserakkan di lantai. Waktu itu hari Sabtu (hari libur) aq ke kelas akan mengambil buku, aq kaget campur jengkel mendapati kelas yang berserakan kertas – kertas . Setelah qu pungut semua yang berserakan, baru terdengar rintihan lirih hampir tanpa suara dari balik rak buku. Setelah qlihat dari luar jendela, seekor anak kucing yang sudah lemas, terperangkap. Aq mau ambil itu anak kucing tetapi tidak bisa, akhirnya ke telpon ka2ngq dan  jemput ka2ngq untuk menyelamatkanx. Dengan memakai seutas kawat akhirnya kucing itu bisa terlepas dari jebakan dan selamat. Betapa bahagianya si emak kucing melihat anaknya terbebas, langsung di ciumi tanpa henti, dan akhirnya dibawa kembali ke atas plafon tempatnya mereka sembunyi. Trenyuh banget deh melihat peristiwa itu. Seperti sinetron kali ya….

Yang mengherankan aq sampai sekarang, setiap ka2ngq jemput aq di kelas, itu emak kucing selalu menyapanya. Walaupun dia di atas plafon maka akan meong2 dulu, seolah-olah memberi salam kemudian turun menghampiri ka2ngq lalu mengendus-endus. Kalo sedang di halaman maka ia akan lari mendekati ka2ngq. Mungkin karena indra penciuman kucing sangat tajam, sehingga baunya ka2ngq sudah langsung apal. Tentunya punya aroma yang khas setelah seharian kerja. Hihihi. Biasanya ka2ngq elus-elus dulu tuh punggung kucing baru kami pulang. Bercerita tanpa kata dan suara, tapi bisa dirasa. Dan hal itu selalu terjadi setiap ka2ngq ke kelasq. Mungkin itu kucing ingin mengucapkan rasa terimakasih atas pertolongan ka2ngq. Hehe.  Yang jelas telah terjadi tali kasih antara kucing  dan kami.

Dari peristiwa ini mengajari kami, kalo tali kasih itu gak perlu memilih, dengan siapa saja dan seperti apapun keadaannya. Tali kasih tidak mengenal batas, status, tak mengenal derajat, tak mengenal kekayaan apalagi jabatan.


Responses

  1. waaa… angkat topi deh buat pecinta kucing… *apalagi ka2ng y bu…

  2. kadang-kadang hewan juga bisa mengingat kebaikan manusia ya….

  3. >> pank
    thanks, ntar ku sampein ke ka2ngq
    >> itik kecil
    iya hewan juga ingat kebaikan manusia, cuma kadang-kadang manusia gak ingat dengan kebaikan manusia………….

  4. mata kedip2 = terharu….

  5. >> mizzwanda
    makasih kunjungannya.

  6. Selalu ada kasih sayang ditengah hinaan sekalipun … karena orang yang menghina kita pasti karena ingin kita menjadi lebih baik, bukan?

  7. >> rindu
    setuju mbak rindu, selalu ada kasih sayang dimanapun kita berada.

  8. Btw, kucing memang punya perasaan yang halus. Cillo’, si kucing buntung, selalu marah kalau aku bilangin kalau dia tidak akan dibawa kalau kami pindah rumah. Yoyo, si kucing pincang, menunjukkan muka memelas ketika saya berniat menolak kehadirannya.
    Kucing yang datang atas kemauan sendiri untuk “ngenger” (menghamba) sebaiknya jangan ditolak karena dia akan “keronto-ronto” (sedih sekali). Kesie (alm), si kucing cantik, sudah berkali-kali saya tolak untuk “ngenger” tapi dia gigih dan mencoba terus sampai akhirnya saya luluh dan menerima dia. Sedangkan yang kurang gigih akhirnya dia ikut orang lain atau memilih jalan hidup keras menjadi kucing garong.
    Percaya atau tidak, kalau kucing “berjodoh” (cocok) dengan tuannya, maka rejekinya akan lancar dan karirnya akan bagus. Ini bukan mitos, karena dapat dijelaskan secara logis. Kalau seseorang memiliki binatang peliharaan yang cocok dan memiliki ikatan batin dan ikatan emosi yang bagus dengan peliharaannya, maka pikiran akan selalu gembira dan fresh. Alhasil, kreativitas dan produktivitas juga meningkat karena didorong oleh semangat hidup yang tinggi.
    Selain itu, memelihara binatang kesayangan juga dapat membawa pengaruh positif bagi perkembangan jiwa anak-anak. Mereka akan belajar menyayangi, memperhatikan, berbagi, dan bahkan belajar bagaimana menghadapi kehilangan ketika binatang kesayangannya mati.
    Terimakasih dan salam.

  9. >> paijo
    setujuuuu.

  10. oh…. tentang hewan peliharaan tante asih tetap agak geli dg yg namanya kucing… kenyuk2 gitu loh…hihihi…. anyway, proficiat udah mjd “ibu asuh” bagi para kucing… katty lovers🙂

  11. >> tante asih
    hai tante, gimana kabarnya? kenyuk2 empuk ya…hehehe
    makasih ya dah mampir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: