Posted by: qutilang | Juli 11, 2008

TERGODA

 

Hari Senin kemarin sewaktu pulang dari kerja, ka2ngq bilang kalo kami diundang melalui telpon untuk menghadiri launching cabang baru perusahaan elektronik di daerah kami jam 4 sore. Padahal aq sampai rumah sudah jam 4.30.  Kata mbak yang nelpon sih, tamu yang diundang ada 200 orang, diambil secara acak dari buku telpon. (Mungkin ini salah satu telemarketing ya?)  Sebenarnya untuk hal-hal yang begitu aq kurang tertarik, apalagi ka2ngq sangat tidak tertarik dan malas untuk menghadiri. Kami selalu berhati-hati terhadap segala telpon2 promosi, dan penawaran barang yang door to door. Tetapi karena kemarin mbak yang nelpon itu caranya menyampaikan pesannya sopan sekali, (La iyalah, mbaknya kan sudah ditraining untuk hal seperti itu) dan tempatnya jelas, dekat dengan tempat tinggal kami sekitar 1,5 km maka undangan itu disampaikan ke aq, aq boleh berangkat boleh juga tidak, tapi kalo berangkat ka2ng tidak bisa menemani karena ka2q punya kesibukan yang gak bisa ditinggalkan (sok sibuk kali hehe). Baca Lanjutannya…

Posted by: qutilang | Juli 10, 2008

KUKER COKA (Kue kering coklat kacang))

Musim liburan sekolah ini kami tidak kemana-mana, bahkan aq n kakangq sengaja tidak ambil cuti, hari cuti akan kami ambil nanti saat libur lebaran atau libur akhir semester satu. Anak-anak saja yang  liburan dirumah, dan sengaja kami beri kelonggaran untuk tidak menggeluti buku pelajaran, mereka bebas untuk bermain, atau melakukan aktivitas yang mereka suka.

Untuk menemani mereka di rumah kami punya kue favorit yang mudah dibuat dan enak tentunya. Aq senang bikin kue ini karena sangat simple, dan karena sebenarnya aq itu tidak pintar memasak , apalagi masakan yang rumit-rumit. Selain itu  untuk memanfaatkan sisa putih telur yang biasa tidak kita gunakan. Resep ini mulanya dari teman (b lina) tapi seperti biasa aq uthak-athik dikit resepnya supaya pas menurutq.

Karena bahannya dari coklat dan kacang maka kami menyebutnya KUKER COKA. Adapun bahan – bahanya adalah sebagai berikut :

·         1 kg kacang tanah

·         ½ kg gula halus

·         90 gram coklat bubuk

·         4 putih telur

·         Mentega untuk mengoles talang

Cara membuat:

·         Kacang tanah disangrai, lalu ditumpuk kasar, campur dengan coklat bubuk sampai rata.

·         Putih telur dan  gula halus di kocok sampai kaku.

·        Campur adonan putih telur tadi dengan kacang yang telah tercampur dengan coklat, aduk sampai rata.

·         Olesi talang dengan mentega, sendoki adonan dan atur ke dalam talang.

·         Oven hingga matang.

Kacang tanah bisa diganti dengan kacang mete, bisa juga dicampur dengan wijen. Rasanya krek-krek uenak.

Selamat mencoba.

Posted by: qutilang | Juni 17, 2008

BAYI JATUH DI BIS

Musim liburan sekolah sudah datang, sebagai perantau biasanya kesempatan ini kami gunakan untuk menengok orang tua dan saudara yang di kampung. Mbayangin dulu suasana kampungq ya……… segar, alami, tenang, banyak buah-buahan, sawah yang hijau bagai permadani, gemericik air sungai yang jernih dan nyess. Rasanya pingin pulkam deh, kangen… walau ditempatku sekarang juga banyak pohon2, ada danau yang indah, tapi keterikatan dengan kampung kelahiran tetap tidak hilang.  

Namun untuk kali ini kami tidak bisa pulkam karena kami punya proyek tersendiri. Ka2ngq dan anak sulungq berpatner menyiapkan diri untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh kementrian ristek, doain yang teman-teman mudah-mudahan mereka bisa meraih juara. Ka2ngq sedang membimbing anaknya untuk menjadi eksperimenter (bonek), seperti dirinya dan kebetulan mereka punya irama yang sama.  Selain itu kami juga menyiapkan diri untuk pindahan dari rumah dinas ke rumah pribadi yang harus dikredit. Packing barang ternyata cukup memusingkan, padahal barang-barang rumah tangga kami hanya sedikit sesuai kebutuhan saja, kecuali barang-barang bengkelnya ka2ngq yang cukup lumayan banyak pernak-perniknya untuk keperluan bereksperimen.

Kembali ke soal pulkam, aq jadi ingat kejadian tahun lalu,  sewaktu kami naik bis, (o, ya kami itu kalo mau pulkam harus naik bis dulu semalam lalu ganti pesawat atau kapal laut) kira-kira jam 12 malam, dimana semua penumpang tidur, atau tidur-tidur ayamlah tiba-tiba terdengar suara gedebuk seperti benda jatuh tepat disamping tempat dudukq, jenggirat aq dan penumpang lain bangun, apa yang jatuh? Betapa kagetnya kami setelah terdengar suara bayi yang menangis, ternyata bapak yang duduk di kursi belakangq tertidur, sehingga anaknya yang tidur dipangkuannya terlepas. Sewaktu aq mau angkat anak itu,  bapaknya sudah duluan mengambilnya, lalu menyerahkan ke istrinya yang duduk disampingnya. Kemudian anak itu didekap sambil diberi ASI oleh ibunya dan tidak terdengar suara tangis lagi. Seolah tidak ada kejadian apa2, pada anak itu, dan aq yakin itu karena dekapan ibu yang mengalirkan kasih. Kasih ibu menghilangkan rasa sakit, mengalirkan kekuatan yang luar biasa untuk anaknya. Jadi ingat ibuq yang dikampung deh.  

Mudah-mudahan pengalaman jatuhnya anak ini tidak terulang kepada teman-teman semua.

Posted by: qutilang | April 29, 2008

Aku dilamar

Hari kamis kemarin adikku kristi kirim sms “ mbak aku mau pulang jogja hari jumat nanti dengan adek, lina di wisuda”. Adek itu kemenakanku yang kuliah di Jakarta, lina itu kakaknya adek. Kabar yang membahagiakan kami, satu kemenakan kami telah meraih gelar sarjana. Mudah-mudahan saudara dan sepupu-sepupunya nanti bisa juga meraih pendidikan minimal seperti setinggi itu. Untuk Lina mudah-mudahan saat kau dilamar melamar kerja dapat kerjaan yang sesuai dengan yang diharapkan. Tapi kalau mau kuliah lagi semoga mendapat jalan yang lancar.

Hari jumat malam kristi sms lagi dengan kabar yang lebih mengejutkan kami ” Mbak nanti hari minggu keluarga mas thom akan ke rumah melamarku”  Aku kok jadi deg-degan, senang , bahagia. Kristi itu satu-satunya adikku yang belum menikah, adikku angkatku yang menjadi adik bungsukupun telah menikah. Kalau itu emang pilihan hidupmu dan tidak ada yang memaksamu, kami sangat bahagia. Aku jadi terbayang bapakku yang sudah sepuh dan duduk di kursi roda tersenyum bahagia. Juga ibukku yang walau sudah sepuh namun masih kuat dan aktif membantu tetangga yang punya keperluan sumringah bahagia. Maklumlah ortuku tinggal di desa.

O ya bulan lalu, satu-satunya adik iparku juga memberi kabar bahagia, kalau keluarga pacarnya telah datang ke rumah untuk melamarnya. Bulan oktober tahun waktu kami mudik dia emang sempat curhat kalau sekarang baru dekat dengan seseorang, tetapi hubungan itu belum serius. Dengan adanya lamar melamar ini keluargaku akan menjadi bertambah banyak, anak-anakku  akan mendapat  dua paklik, akan semakin gayenglah kalo kami berkumpul. Untuk dua adikku yang kusayangi, kami doakan semoga tidak ada halangan sampai kalian menuju pernikahan.

Jadi teringat juga saat aku dilamar dulu, saat mertuaku datang ke rumah dan meminta aku ke ortuku….. ( mbayangin dulu ya). Tak terasa 14 tahun sudah kami mengikat tali perkawinan, dan hari ini 28 april adalah hari ultah kami, dimana kami berjanji untuk saling mengasihi, saling mencintai dan setia seumur hidup dalam suka maupun duka, dalam untung dan malang. Ultah ini memang tidak kami rayakan dengan pesta2, karena kami tidak punya kebiasaan itu. Hari ini kami lalui dengan biasa-biasa saja, pagi kami berangkat kerja, anak-anak pergi sekolah. Tapi hari ini adalah hari istimewa kami.

Tuhan, aku mohon lindungilah pernikahan kami dari apa saja yang dapat merusakkan atau menghancurkan, bentengi pernikahan kami dari egoisme dan kelalaian serta rencana jahat yang menghampiri keluarga kami. Tuhan, kami juga mohon, agar keluarga kami selalu dijiwai cinta kasih. Amin

 

 

*harusnya saya posting kemarin, tapi karena internetku rewel baru bisa posting skr.

Posted by: qutilang | Maret 12, 2008

Makan Gratis

Seperti biasa setiap pulang dari tempat kerja kami selalu mampir ke pasar untuk beli keperluan sehari-hari. Kebetulan ditempatku sekarang lagi musin rambutan dan durian, aq berniat membeli rambutan. Biasanya penjual rambutan selalu menawarkan rambutannya dengan menyuruh pembeli mencoba dulu (mencicipi), kalau cocok baru membeli, tapi kalau tidak cocok boleh lari, istilahnya “coba lari”.
Waktu aq mau beli rambutan pada seorang pedagang, ada seorang ibu dan anak laki-lakinya (kira-kira umur 5 tahunan) yang sepertinya juga akan membeli rambutan. Hal yang membuaqku geli sekaligus heran, sewaktu ibu itu mencicipi rambutan anaknya juga ikutan mengambil rambutan, tetapi rambutan itu tidak dimakan melainkan dimasukkan ke dalam kantong celana, dan ngambilnya beberapa biji. Anehnya si Ibu membiarkan saja anaknya berbuat begitu, padahal ibu itu tahu persis perbuatan anaknya karena si anak sempat menunjukkan kantong celana yang penuh rambutan ke ibu, dan yang lebih aneh lagi si ibu itu tidak jadi beli rambutan, dengan alasan kurang manis. Waktu aq lihat ekpresi penjual, dia hanya senyum-senyum saja.
Akhirnya aq beli 2 kg rambutan terus pulang.

Posted by: qutilang | Januari 11, 2008

Belajar Dari Orang Desa

Hampir setiap tahun kami selalu menyempatkan cuti ke kampung.  Selain melepas kangen dengan ortu, mertua , saudara , teman dan tempat kelahiran kesempatan itu juga kami gunakan untuk membeli kebutuhan yang tidak terdapat ditempat tinggal kami sekaligus refresing supaya segar kembali ke tempat kerja.

Kebetulan kampung mertua kami di desa, kira-kira 15 km dari kota kabupaten, sehingga suasana masih asli sekali, alamnya masih hijau udaranya seger tanpa polusi, bahkan kalau pagi air bener-bener dingin, sampai gak berani mandi pagi2 tanpa air hangat, karena liburan (tidak diburu waktu) biasanya nunggu siangan dikit baru mandi. Tetapi kalau sudah mandi rasanya sangat seger, guyuran air maknyess masuk dan menempel lama di badan. Bener-bener menghilangkan capek. Selain itu masih banyak dijumpai pohon bambu, kelapa, langsat, duku, gowok, salak, juga tupai, burung prenjak, burung gagak dll. Belum lagi keramahan tetangga sekitar, yang selalu menyapa dengan riang. Rasanya damai dan tenang.

Baca Lanjutannya…

Posted by: qutilang | Desember 27, 2007

Hutang

Kejadian ini bener-bener nggak di sengaja, hari Minggu, pagi-pagi sekali kami beli naskun (nasi kuning) untuk sarapan pagi. Karena udah kesiangan warung tempat langganan kami dah habis naskunnya. Terus kami cari-cari di penjual lain.

Pas didepan pasar ada penjual (mbak-mbak) yang masih punya satu bungkus naskun. Aq menuju ke mbak penjual dan membeli nasi itu, ternyata harganya sama dengan di penjual lain Rp. 5000; Aq keluarkan uang Rp 10.000; dari dompet dan q’berikan ke mbak penjual, ternyata mbak gak punya uang kembalian, padahal didompetq juga tidak ada uang Rp 5.000an atau 5 uang seribuan. Kemudian mbak itu berusaha menukar uang ke penjual lain yang ada didekatnya, hasilnya sama saja tidak ada (mungkin karena masih pagi sehingga penjual lain blm punya uang kecil).

Akhirnya mbak bertanya, “ Masih mau belanja yang lain dulu tidak?”

Q’jawab “Ya” memang aq mau belanja sayuran di pasar. 

Mbak, “ Ya bawa dulu uangnya nanti bayar setelah belanja” 

Maksudnya setelah ada uang pas. Aq langsung keliling pasar cari sayuran sesuai yang q’perlukan. Setelah semua sayuran kudapat aq langsung ke parkiran menemui ka2ngq yang nunggu di motor. Kami masih mau mencari 3 naskun lagi dan  kebetulan di pinggir jalan masih ada penjual naskun, kami beli 3 bungkus dan dikasih bonus 3 donat, lumayanlah.Terus kami pulang.

Sewaktu naskun mau dimakan, astaga aq baru ingat kalo naskun yang 1 bungkus tadi belum dibayar! Ka2ngq sempat sewot juga, “Bisa-bisanya lupa bayar!” katanya.

Kami cepat-cepat makan  terus kembali ke pasar untuk bayar. Setelah sampai dipasar aq cepet-cepet ke mbak penjual tadi, tetapi bangkunya dah kosong, mbaknya dah g’ada, berarti mbaknya dah pulang. Aduh aq jadi g’enak, kasihan mbak penjual itu, apalagi sama ka2ngq yang sempat sewot. Tapi q’bener-bener g’sengaja untuk tidak membayar naskun itu. Maapin ya mbak ….

Esok harinya kami pergi ke pasar dan berniat membayar naskun tapi ternyata mbak penjual g’ada. Esok harinya kami datang lagi, dan mbak penjual naskun gak ada lagi. Waktu q’tanya ke tetangga penjual  dibilang kalo mbak penjual datangnya agak siangan, aduh q’gak bisa ketemu donk karena harus pergi kerja pagi2. Wah jadi beban pikiran juga, rasanya gimana gitu, lha udah terlanjur dimakan tapi kok belum dibayar.

Pada hari Minggu pagi kemarin (seminggu setelah itu), waktu q’belanja sayuran dipasar akhirnya ketemu juga mbak penjual naskun, langsung deh q’minta maap, bayar utang sekaligus beli kue jajanan. Untungnya mbak penjual tidak marah, mesam-mesem aja. Lega banget , plong rasanya udah terbayar naskunq.

Yaa, di tempatq itu kepercayaan antara penjual dan pembeli sangat besar, biasanya penjual selalu menawarkan dagangannya dengan kata-kata “ambil saja dulu, akhir bulan di bayar atau ringan kok bisa beberapa kali dibayar ” Maksudnya nanti habis gajian baru dibayar, atau bayarnya bisa dicicil beberapa bulan (maksudnya untuk barang-barang yang mahal). Penjual hanya menanyakan nama dan alamat pembeli saja, tanpa syarat-syarat tertentu. Mungkin karena daerahq kecil jadi hampir semua baku kenal satu dengan yang lain, minimal kenal muka. Enak dan ringan bagi pembeli, bisa mendapatkan barang dengan mudah, tanpa bawa uang. Penjualpun senang karena barangnya sudah laku dengan keuntungan yang cukup besar (mungkin).

Tapi menurutq pembeli juga harus pandai-pandai mengendalikan diri, jangan sampai terlena karena terlalu enak / mudah mengambil barang, banyak barang-barang yang kurang / tidak diperlukan dibeli yang akhirnya menumpuk di rumah, sehingga hanya membikin rumah tambah sesak saja tanpa ada manfaat yang berarti. Atau bisa-bisa habis terima gaji, habis juga untuk membayar hutang. Aq sendiri tidak alergi dengan berutang sepanjang barang itu benar-benar dibutuhkan atau hanya dengan jalan itu q’bisa dapatkan. Berhutang adalah hal yang biasa, manusiawi, yang penting sebelum berhutang harus bisa membedakan mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan saja dan juga mempertimbangkan resikonya.  

Posted by: qutilang | Nopember 27, 2007

Wingko Babat

Waktu arisan hari Sabtu kemarin, ada temanq yang nanya tentang resep kue wingko babat. Kata mereka sih wingko babat buatanq itu enak, lain dari yang lain (wah jadi ge-er nih). Pada awalnya q’dapat resep itu dari teman, tetapi setelah q’coba rasanya ada yang kurang sreg. Terus q’coba n coba dengan memodifikasi resep. Sehingga resepnya seperti ini:

Bahan :
• 500 gr tepung ketan
• 500 gr kelapa muda parut
• 3 butir telur
• 300 gr gula pasir
• 400 cc air
• 100 gr mentega dicairkan

Cara buat.
• Tepung ketan, kelapa n gula pasir di campur sampai rata, kemudian tambahkan telur. Masukkan air dan mentega, aduk terus sampai rata.
• Tuang ke dalam loyang yang sudah diolesi mentega n di taburi tepung ketan supaya wingko tidak lengket kalo dikeluarkan dari loyang.
• Oven kurang lebih 1,5 jam
• Keluarkan dari oven, tunggu dingin lalu di iris-iris.
• Sebelum dioven, bisa juga ditaburi dengan wijen.

Gampang banget membuatnya khan, n selamat mencoba.

Posted by: qutilang | Nopember 21, 2007

Bersantai Dengan Matematika

Mari santai sejenak dengan bermatematika ria.

• Tulislah sembarang bilangan yang terdiri dari 3 digit.
• Ulangi sehingga menjadi 6 digit, misalnya 123.123
• Bagilah bilangan tersebut dengan bilangan 7, 11 dan 13 (dengan urutan bebas)
Misalnya
123.123:7:11:13 =
123.123:11:7:13 =
123.123:13:7:11 =

• Berapa hasilnya?

Posted by: qutilang | Nopember 16, 2007

APA ITU CINTA?

Banyak orang menggunakan kata “cinta” secara keliru. Ketika seseorang mengatakan kepada yang lain “Aku cinta padamu, ” seringkali yang dimaksudkannya ialah “Kamu membuat aku merasa bahagia.” Sikap seperti ini adalah sikap yang mementingkan diri sendiri, bukan cinta sesungguhnya. Sebenarnya yang dikatakannya ialah, “Aku cinta diriku, dan kamu membuatku bahagia, jadi tinggallah bersamaku.”  

Jika demikian apa itu sesungguhnya cinta? Coba camkan ini: 

Cinta itu murah hati serta sabar, ia tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong dan tidak melakukan yang tidak sopan. Cinta itu tidak mementingkan diri sendiri atau pun pemarah. Cinta tidak menyimpan kesalahan orang lain. Cinta bersukacita karena kebenaran, dan bukan karena ketidakadilan. Cinta senantiasa memberikan dukungan, setia, percaya segala sesuatu dan mengharapkan segala sesuatu. Cinta tidak pernah gagal! 

Jadi cinta sejati adalah hal menginginkan orang lain bahagia, bukan menginginkan diri kita sendiri yang bahagia. 

Berikut ini ada kuis sederhana. Lain kali jika kamu bercakap-cakap dengan seseorang yang katamu kamu cintai, cobalah hitung berapa kali kamu mengatakan kata “aku”. Apakah kamu mengatakannya lebih dari dua kali dalam 5 menit percakapan? Gunakan tabel di bawah ini sebagai tolok ukur cintamu: 

4 kali atau lebih  ~       cintamu hanya mementingkan diri sendiri. Kamu perlu berubah.

3 kali                    ~      cintamu mungkin mementingkan diri sendiri.

2 kali                    ~      cintamu mungkin tidak mementingkan diri sendiri.

1 kali atau kurang  ~      cintamu tidak mementingkan diri sendiri. 

sumber : News For Kids, Rm Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Richard Lonsdale.”

Older Posts »

Kategori